Agama dan Pariwisata
Penduduk Islam di Borobudur sebagian besar merupakan umat Muhammadiyah yang kebanyakan bermata pencaharian pada bidang agraria alias bercocok tanam. Namun seiring perkembangan zaman, penduduk islam di Borobudur mulai mencoba untuk merambah mata pencaharian pada bidang pariwasata. Walaupun banyak pertimbangan yang menjadi faktor penghambat dari berkembangnya penduduk islam di Borobudur untuk mempelajari bidang pariwisata. Ada beberapa hal yang bertentangan dengan ajaran agama islam jika penduduk islam di Borobudur tetap mempelajari bidang pariwisata. Namun jika tidak begitu mereka tidak akan bisa mempelajari sosial-ekonomi dalam era modern ini. Bagaimana kah pandangan agama islam atas sektor pariwasata? akan ulas selengkapnya
Tahap Perkembangan Pariwisata

- Adanya keterkaitan antara Agama, Muhammadiyah dan Budaya di Borobudur
- Perubahan keadaan sosial yang ada kaitannya dengan agama
- Berkembangnya sektor ekonomi dan agama di Borobudur
- Kehidupan beragama Islam dan Buddha
- Kontekstualisasi ajaran agama islam
- Transformasi keagaman sebagai proses
Sektor Pariwisata yang Berkembang
Penduduk islam Muhammadiyah di Borobudur dapat berkembang dan melalui tahapan transisi dari era bercocok tanam hingga ke pariwisata. Hal ini dapat dilihat dari beberapa faktor dan alasan yang menjadikan transformasi ini diperklukan walapun dengan resiko melanggar nilai-nilai keagaman. Proses adaptasi mereka telah mendorong bahwa paham keagaman mereka menjadi berkembang dalam segi pemahaman sosial-ekonomi. Bahkan yang awalnya terjadi kesulitan namun akhirnya penduduk islam Borobudur bisa memandang lebih terbuka terhadap perkembangan zaman.